Sunday, January 31, 2010

doa itu sedekah....

baru-baru ni ayah nasir hamzah meninggal...aku sempat berada bersama nasir di bilik forensik Hostpital Serdang menunggu acara birokrasi tamat dengan lambatnya...aku, ejai, cikgu aziz, felina, dan nasir sulaiman adalah antara rakan taulan nasir hamzah yang hadir bersama disamping beliau dalam saat=saat begini...Dalam saat-saat beginilah kita dapat tengok "kawan-kawan" yang datang menghulurkan bantuan...aku, seperti biasa, bila duduk lama sgt dlm bilik forensik ini mulalah terasa 1001 kelainan...biliknya yang suram-suram cahayanya dan mendinginkan cuacanya membuatkan aku terbuai sekejap dlm realiti dan fantasi...aku...hmmm..seperti biasa akan cepat "merasa" kehadiran ... dan aku tidak hairan Puteri Tujuh dari Belum boleh singgah melekat pada aku atas kesesuaian atau mudahnya aku dengan aliran aliran seperti ini..segala acara birokrasi selesai jam 6.30 petang setelah menunggu lebih 2 jam...kasihan jenazah...tapi apapun Cikgu Aziz dan Felina berpesan supaya jangan tinggalkan jenazah...kumat-kamitkan lah dengan sedekah al-fatihah dan ayat tiga-tiga Qul..aku sedekah, ejai sedekah, dan semua orang sedekah...semoga roh allahyarham berada bersama golongan orang-orang yang beriman...amin..

sampai di Menara jam 9 malam..dan bau kapur barus mengikuti aku...Doa..."Ya Allah..sekiranya kau matikan aku dlm bulan-bulan ini, matikan lah aku dlm iman...Kau mudahkan lah urusan aku di dunia dan akhirat milikMU yang mutlak ...ampunkan lah dosa-dosa ku...dosa dosa yang telah aku lakukan, mahupun dosa-dosa yang belum aku lakukan...Ya Allah..ampunkan lah dosa-dosa anak-anakku..isteri-isteriku..dan juga ayah dan ibuku...kasihanilah mereka seperti mana mereka mengasihani kami sewaktu kami kecil dulu Ya.Allah...amin ya rabbal-alamin...

Berhenti berharap...

entry kali ini mungkin lebih berbentuk spesifik kerana baru baru ini aku lebih banyak berdialog dalam diri sendiri...tapi tahap ini bukanlah tahap eccentric lagi kerana aku masih mampu untuk berfikir walaupun stress dan kesakitan di belakang tengkok ni amat terasa sekali...hari ni hari yang santai...spending quality time with family and made me understand and realize of what has past and what I should do next...aku dan family bertolak ke Rembau untuk spend two solid days di sini disamping berbudi pada keluarga sebelah sini..buku kecik yg aku bawak sentiasa ini pun terus aku isi walaupun untuk melakukan even the smallest of things, ternyata masih bnyk lagi kerja aku yang tertangguh...dan dalam waktu-waktu santai begini, aku teringatkan pesanan seorang kawan untuk melihat videoklip Marcell dgn tajuknya seperti di atas...lantas ...aku terus berfikir dan fikir dan kiranyalah aku dapat menangkap maksud kawan aku itu, yang penuh dgn metafora...dan aku pun terus befiqir, akufiqir..dan fiqir...Insyallah...kini aku faham segalanya, Allah jadikan sesuatu perkara itu bersebab...

Thursday, January 28, 2010

Al-Fatihah utk ayahanda sahabat perjuangan...Allahyarham Hamzah bt Puteh



  
1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan Yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.
3. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
4. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).
5. Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja Kami memohon pertolongan.
6. Tunjukilah Kami jalan Yang lurus.
7. Iaitu jalan orang-orang Yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang Yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang Yang sesat.

refleksi diri...another pix borrowed from NatGeo..


kalau ditenung betul betul, kita bakal saksikan refleksi diri kita sendiri pada akuarium ini..pada penghuni nya yang tak henti henti befikir untuk menjadi "human" dan kita yang melihat tidak henti-henti berfikir utk menjadi ikan...alangkah-alangkah...begitulah..tapi Maha Pencipta lebih Maha Mengetahui...fiqir-fiqirkan lah...

Wednesday, January 27, 2010

My Sassy Girl (2008)...


Poyo citer ni... but it gives another dimension for those looking for a destiny to bridge..Ejai...g tengok nih..

Plot

Like the original film, this is a story of how a nice guy falls in love with a hellion. The guy is Charlie Bellow (Bradford), a polite, kind-hearted young man from the Midwestern state of Indiana, and the hellion is Jordan Roark (Cuthbert), a beautiful, fun-loving, emotionally volatile young woman who drinks too much and lives in New York City with her father, who is a wealthy physician. Charlie narrates the story.
Charlie's parents hope Charlie will one day secure a managerial position with the Tiller King agricultural company, where his father works as a maintenance mechanic. When Charlie starts business school in New York City, he sees Jordan drunkenly leaning over the guard rail in a subway station, saves her from an oncoming train, and carries her to his apartment. During the following weeks, Charlie and Jordan have several fun, creative dates. Worried about Jordan's volatility, Charlie usually declines when she invites him somewhere, but she cheerfully ignores his refusal and he always gives in to her. Among other things, Jordan tells Charlie that her fiancé recently left her, tells a Tiller King representative she is pregnant with Charlie's child, sabotages Charlie's job interview with another Tiller King representative, and gives a piano recital. Charlie and Jordan have no sex during this time, but he falls deeply in love with her and she obviously enjoys being with him. Their dating is occasionally interrupted by Jordan's father, who believes Charlie is responsible for her drunkenness.
After two or three months, Jordan asks Charlie to meet her in Central Park to exchange love letters. At the park, she says she needs more time to heal from the loss of her fiancé. She insists that they bury their letters under a bonsai tree, stop seeing each other, and meet at the same place on the same day of the following year. When the day arrives, Charlie returns to the tree, but Jordan is not there. In her letter, she explains that her fiancé actually died, that Charlie reminds her of him, and that many of her dates with Charlie were reenactments of previous dates with her fiancé. She says that her absence at the bonsai tree means she has not healed yet and that this means destiny has dictated that she and Charlie were not meant to be together. The next day, Jordan goes to the tree, where an old man tells her Charlie has visited the tree periodically, even going so far as to replace it a few months ago after it was struck by lightning. In his letter, Charlie tells Jordan she is the only woman he will ever love and says he believes he is destined to be with her.
Some time later, Jordan meets at a restaurant with her ex-fiancé's mother. The two women got along well while he was alive, and they have stayed in touch since his death. The mother has been trying to set Jordan up with another young man, and she has arranged for the two to meet today. As she begins to describe the man, Charlie walks into the restaurant. The mother is Charlie's aunt, Jordan's fiancé was Charlie's recently deceased cousin, and Charlie is the young man himself. The film ends after Charlie and Jordan share their first kiss and Charlie explains to the audience that we all need to help destiny in shaping our lives. Repeating the old man's words, he says "You need to build a bridge to the one you love."